PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH MONGONDOW SEBAGAI MUATAN LOKAL DI SD NEGERI 1 TUNGOI

Donal M. Ratu

Abstract


Sebagai usaha pelestarian bahasa daerah, pemerintah memprogramkan tentang pengajaran

bahasa-bahasa daerah di sekolah-sekolah, yang dewasa ini dikenal dengan istilah muatan lokal.

Muatan lokal merupakan salah satu dari banyak program pendidikan yang mana isi media

penyampaianya dikaitkan dengan lingkungan alam sekitar dan budaya serta kebutuhan

pembangunan daerah yang perlu diajarkan pada siswa. Tujuan penelitian ini Mendeskripsikan

pembelajaran bahasa daerah mongondow sebagai muatan lokal di SD Negeri 1 Tungoi. Metode

penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa:

(1) Karakteristik pengajaran materi Muatan Lokal Bahasa Daerah di SD Negeri 1 Tungoi mengacu

pada materi yang disusun oleh kelompok kerja guru (KKG) dan kelompok kerja kepala Sekolah (KKSS)

Mulok bahasa Daerah. Materi tersebut disusun sesuai dengan kompetensi dasar dan standar

kompetensi pengajaran bahasa yang ditentukan dalam kurikulum. Materi pembelajaran mulok bahasa

daerah disusun oleh KKG dengan berpedoman pada standar kompetensi dan kompetensi dasar sesuai

kurikulum 2013. Standar tersebut berpedoman pada lima aspek yaitu membaca, mendengarkan,

berbicara, menulis dan apresiasi sastra. Karakteristik yang dimaksud adalah: (1) Karakteristik Fisik

Sekolah. (2) Karakteristik Materi Mulok Bahasa Daerah (3) Karakteristik Perencanaan Pembelajaran

Mulok Bahasa Daerah, (4) Karakteristik Koordinasi Pembelajaran Mulok Bahasa Daerah dan (5)

Karakteristik Pelaksanaan Pembelajaran Mulok Bahasa Daerah (6) Koordinasi pembelajaran muatan

lokal Bahasa Daerah (7) Pelaksanaan pembelajaran muatan lokal Bahasa Daerah.

Kata kunci: implementasi, morfologi,bahasa daerah. muatan lokal


Full Text:

PDF

References


Adriani, N. 1932. Verzamelde Geschriften. Jilid III.

Badudu, J.S. 1983. Pelak-Pelik Bahasa Indonesia. Bandung: CV. Pustaka Prima

Chaer, A. 2002. Lingusitik. Bandung: Angkasa.

_, 1994. Linguistik Umum. Bandung: Angkasa

Harsono, 2009 Pengelolaan Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Daerah (Studi Kasus Di Dua SMP Negeri Kota Surakarta) Artikel Explansi Vol 4

Ibrahim dan Karyadi. 1996. Pengembangan Paket Pembelajaran Muatan Lokal.Jakarta: Depdikbud.

Kembuan, dkk. 1993. Struktur Bahasa Tontemboan. UNSRAT Manado

Keraf, Gorys. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Ende Flores: Nusa Indah

Kridalaksana, H. 1986. Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Jakarta: PT Gramedia.

Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Mackey, W.P. 1970. The Description of Bilingualism dalam Fishman 1970.

Mahsun, 2005. Metode Penelitian Bahasa. Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Mandang, F.H. dkk. 2000. Sistim Perulangan Bahasa Tontemboan di Minahasa. Proyek Penelitian Bahasa Indonesia dan Daerah Propinsi Sulawesi Utara. Manado.

Mulyana, 1982. Kaidah Bahasa Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Ramlan, M. 1987. Morfologi sebagai Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono

Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono.

Samsuri. 1985. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Sapir, Edward. 1949. Language. An Introduction to The Study of Brace Speech. New York: Harvest Book, Harcourt & World Inc.

Verhaar. 1988. Pengantar Linguistik. Jogyakarta: Gajah Mada University.

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah Dengan




DOI: https://doi.org/10.36412/edupreneur.v4i2.3025

DOI (PDF): https://doi.org/10.36412/edupreneur.v4i2.3025.g1556

Refbacks

  • There are currently no refbacks.