Nilai-Nilai Moral dalam Teks Anekdot Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Implikasinya bagi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Meylinda Fillia Pantow, Donal M. Ratu, Oldie S. Meruntu

Abstract


Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam teks anekdot Gus Dur, yang meliputi lima cerita, yakni: Siapa yang Paling Hebat?, Sopir Metromini dan Juruh Dakwah, Santri Dilarang Merokok,, Dialog Presiden dengan Tuhan, dan DPR Turun Pangkat, dan (2) mendeskripsikan implikasi hasil penelitian bagi pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan metode kualitatif dan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Intrumen penelitian menggunakan jenis human instrument dan sumber data penelitian adalah anekdot Gus Dur, yang diambil dari “39 Humor yang Lucu Gus Dur”. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh yaitu: 1) nilai-nilai moral yang terdapat dalam teks anekdot “Siapa yang Paling Hebat”, antara lain: keberanian, loyalitas atau kesetian pada tugas, dan tidak boleh sombong. Nilai-nilai moral yang terdapat dalam teks anekdot “Sopir Metromini dan Juru Dakwah” siapun manusia di hadapan Tuhan sama dan tidak menjadi sombong rohani. Nilai-nilai moral dalam teks anekdot “Santri Dilarang Merokok” mematuhi aturan atau larangan dan membuktikan kesalahan seorang anak didik secara langsung. Nilai-nilai moral dalam teks anekdot “Dialog dangan Tuhan” adalah bersikap toleran, menghargai, dan menghormati keyakinan dan idiologi bangsa lain dan keyakinan orang lain. Teks anekdot Gus Dur yang berjudul “DPR Turun Pangkat” yakni etika berbicara dan menghargai perbedaan pendapat. 2) Nilai-nilai moral dalam teks anekdot Gus Dur memberikan implikasi terhadap pembelajaran teks anekdot di sekolah. Relevansi hasil penelitian mengenai nilai-nilai moral dalam teks anekdot Gus Dur dengan pengajaran teks anekdot, karena menyajikan nilai-nilai kehidupan sehingga anekdot dapat dijadikan sumber pengajaran nilai moral atau nilai kehidupan.

Full Text:

PDF

References


Bagus, Lorens. 2000. Kamus Filsafat. Jakarta: PT Gramdedia Pustaka Utama.

Burns, G.W. 2004. 101 Kisah yang Memberdayakan, Penggunaan Metafora sebagai Media Penyembuhan. Bandung: Kaifa.

Dojosuroto, K . 2006. Analisis Teks Sastra dan Pengajarannya. Yogyakarta: Pustaka.

Greer R.J. 2009. Living with Integrity. Mememercayai, Mengatakan dan Melakukan yang Benar sesuai Panggilan Allah. Yogyakarta: Andi.

Kemendikbud, 2013. Kurikulum 2013. Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Jakarta: Puskur.

Mahsun, M.S. 2014. Teks dalam dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Munsyi, A.D. 2012. Jadi Penulis? Siapa Takut!. Bandung: Kaifa.

Nusa Putra. 2011. Penelitian Kualitatif: Proses dan Aplikasi. Jakarta: PT Indeks.

Setiarini, I.W. & Artini, MG Santi. 2018. Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X. Jakarta: Yudistira.

Wahyuni 2018. Humor dan Pesan Moral Teks Anekdot pada Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas X SMA Kurikulum2013. Repository Jurnal Ilmiah




DOI: https://doi.org/10.36412/jb.v1i2.2536

DOI (PDF): https://doi.org/10.36412/jb.v1i2.2536.g1460

Refbacks

  • There are currently no refbacks.