PEMBELAJARAN PPKn MELALUI MODEL SIMULASI SOSIAL DI SMA NEGERI 1 TONDANO

Apeles Lexi Lonto(1),


(1) Universitas Negeri Manado
Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini diarahkan untuk menemukan model simulasi sosial dalam pembelajaran PKn di SMA.  Melalui model ini sasaran yang hendak dicapai ialah: (1) memperkuat pencapaian ranah afektif terutama ranah nilai-nilai sosial, (2) peningkatan suasana dan mutu proses pembelajaran, (3) dampak baik instructional effect maupun nurturant effect, seperti kepekaan terhadap masalah nilai yang terjadi di lingkungan ataupun di masyarakat, kemampuan menganalisis nilai, dan mengambil keputusan terhadap setiap pilihan nilai.

Urgensi penelitian ini didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: 1). Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan nilai dengan penekanan pada pembentukan afeksi di dalam diri siswa. 2). Praktik pembelajaran PKn di sekolah-sekolah sangat menekankan pada pembentukan aspek kognitif atau ranah kognitif daripada ranah afektif. 3). Proses pembelajaran  nilai yang dikembangkan oleh guru-guru lebih banyak dilakukan melalui metode ceramah. Pembewntukan nilai tidak efektif melalui ceramah, tetapi melalui  perbuatan atau melalui apa yang dilakukan siswa, dan apa yang dialami oleh siswa itu sendiri. 4). Pembelajaran model simulasi sosial merupakan dalam satu model dalam pembelajaran Kurikulum berbasis kompetensi di sekolah-sekolah. 5). Memperkuat kemampuan atau kompetensi professional guru-guru dalam mengembangkan proses pembelajaran PKn yang lebih varuatif dan inovatif.

Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, maka penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam satuan hitung prosentase terhadap ketercapaian indiktor-indikator  setiap fokus masalah. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagia berikut: (1). Desain model pembelajaran simulasi sosial dalam mata pelajaran PKn di SMA, yang mencakup: analisis kompetensi, asumsi dan tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan sistem pendukung belum berjalan dengan baik.  (2). Dampak instruksional pembelajaran terutama dalam pembentukan nilai seperti: kompetisi, kooperasi, empati, sistem sosial, konsep, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis belum berjalan dengan baik. (3). Perbaikan dan peningkatan mutu proses pembelajaran PKn di sekolah-sekolah sangat dibutuhkan.

 

Kata Kunci: Pembelajaran PKn, Model Simulasi Sosial


References


Achmad Sanusi, 1996, Beberapa variabel Strategik dalam Pendidikan Ilmu Sosial, Mimbar Pendidikan IKIP Bandung.

--------, 1993, Kapita Selekta Pembahasan Masalah-masalah Sosial FPS, IKIP Bandung

--------, 1993, Quo Vadis Pendidikan PKN, Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, No. 2 FPPKN IKIP Bandung.

Barr, Bart, J.L. Shermis, 1997, The Nature of Sosial Studies, ETL Publication, Co New York

Barry K Beyer, 1990, Teaching Thinking in Social Studies Mcmillan Publishing, New York

Bruce Joice, 1998, Models of Teaching, Science Research Association, Chicago.

David Barr Brooke, 2000, Philosophy of Social Science, Prentice Hall, New Jersey.

Donald Ary, Lucy Cheser, 1999, Introduction to Research in Education, Holt Rinehart and Winston, New York.

Gilliom Eugene, 2000, Social Studies, Mamillan New York

Nu'man Sumantri, 1993, Masalah Pendidikan PKN: Antara Tradisional dan pembaharuan, Jurnal PPKN IKIP Bandung

Paul D. Eggen, Donald Kauchak, dan Robert Haeder, (1979), Teaching Strategies, Prenctice Hall New jersey.

Rischard Gross, 1997, Social Studies for Our Times, John Wiley & Sons, New York

Stanley Wronsky, 2000, Social Studies and Social Sciences: A Fifty Year Perspective National Council for the Social Studies.

Sudjana, 1992, Statistika, Tarsito, Bandung.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 503 times
PDF Download : 49 times

DOI: 10.36412/ce.v1i1.493

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan