BIOCHAR SEBAGAI INPUT DALAM PENGELOLAAN TANAMAN MANGGIS DI DESA JELIJIH PUNGGANG

I Dewa Nyoman Raka, I Wayan Widnyana, I Nyoman Suparsa

Abstract


Desa Jelijih Punggang dan Desa Batungsel di  Kecamatan Pupuan  merupakan desa dengan areal lahan pertanian yang  luas terutama lahan perkebunan. Hampir  setiap rumah tangga warga dua desa ini memiliki kebun dengan beraneka macam pohon.  Pohon-pohon yang biasa terdapat pada lahan masyarakat adalah kopi robusta, kelapa, dan kakao.  Untuk buah-buahan biasanya ada mangga, manggis dan durian.  Tanaman yang dominan ditanaman di desa Jelijih Punggang adalah buah manggis.  Buah ini sudah sampai di ekspor ke mancanegara, bahkan desa ini sudah memiliki instalasi pengolahan jus manggis sebagai pendukung produk Bumdes.   Di desa Batungsel tanaman yang dominan adalah kopi robusta.  Malahan di desa ini sudah ada unit Bumdes yang melakukan pengolahan kopi bubuk yang sudah cukup terkenal di Bali. Sesuai dengant ujuan dari IbW di desa ini yaitu bersama Pemda Tabanan, tim IbW Unmas Denpasar bertekad untuk mensukseskan program Gerbang Pangan dan Gerbang Emas untuk lebih memberdayakan masyarakat dalam rangka menyongsong kemandirian pangan dan energi menuju Tabanan Serasi ( Sehat, Sejahtera dan Berprestasi). Masalah kesuburan lahan menjadi isu penting pada pengelolaan tanaman manggis, karena adanya kandungan logam berat yang ditemukan pada buah manggis. Berkaitan dengan hal tersebut maka pada tahun 2017 tim Universitas Mahasaraswati Denpasar melakukan perlakuan biochar pada 100 tanaman manggis di des Jelijih Punggang

 

Kata Kunci: Gerbang Emas Serasi, Percepatan, Gerbang Pangan, Biochar

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.